Postingan

“Cinta?” Mungkin pada cerita pertama hanya berisi tentang kisah persahabatan antara Rahmat, Eka, dan Reza dan seolah olah dalam hidup mereka tidak ada rasa cinta, apa benar?, ternyata tidak, karena ternyata mereka juga pernah merasakan hiruk pikuk cinta, bahkan sejak SD mereka sudah mulai merasakan rasa menyukai lawan jenis. Bersambung... ☺

Cerpen "Saling Mempercayai Adalah Kuncinya"

“Saling Mempercayai Adalah Kuncinya” Kisah ini menceritakan tentang persahabatan 3 orang anak yang kehidupanya sangat jauh berbeda, mereka berbeda bukan hanya dari nama saja tetapi juga sifat, pemikiran, bahkan agama, namun walaupun kehidupan mereka berbeda mereka tetap saling menghargai satu sama lain. Sekitar 12 tahun yang lalu terdapat seorang anak laki – laki bernama Rahmat yang baru saja masuk sebagai siswa SD, Rahmat adalah anak yang sederhana, dan juga simpel dalam bertindak, pada perjalanan hidupnya selama 3 tahun di sekolah dasar dia merasa hidupnya sangat membosankan sampai akhirnya dia dipertemukan oleh dua orang anak lewat tugas kelompok, Kedua anak ini kehidupanya sangat jauh berbeda dengan Rahmat, jika Rahmat adalah orang yang simpel, sederhana, dan tidak neko – neko, mereka yaitu Eka dan Reza berbeda, Eka adalah orang yang humoris, selalu menanggapi masalah dengan senyuman namun dia kesulitan dalam pelajaran, dan Reza, dia adalah orang yang pendiam, selalu me...

RESENSI BUKU NOVEL TAK SEMPURNA

Judul novel   : Tak Sempurna Penulis            : Fahid Djibran, Bondan Prakoso & Fade2Black Penerbit        : Kurniaesa Publishing Terbit            : Februari 2013 Judulnya “Tak Sempurna”, pertama kali saya tahu novel ini awalnya disekitar tahun 2013 tepatnya saya masih kelas 9 SMP, saya lihat di salah satu postingan medsosnya Bondan, di situ Bondan memposting cover belakang novelnya yang berisikan sinopsis, nah dari situlah saya mulai tertarik dengan novel ini. Kami hidup di dunia yang tak sempurna. Saat pagi memaksa kami pergi sekolah untuk bekerja keras demi masa depan yang tak jelas. Guru-guru bagai diktator yang meneror kami agar menanam pohon masa depan yang seragam disiram hapalan dan dipupuki serangkaian ujian yang membuat kami ketakutan. Kamilah anak-anak sampah, seperti kata Tuan dan Puan pemerhati pendidikan, tak punya masa depan...